Kamis, Mei 14, 2009
Kamis, Mei 07, 2009
Ozryel
Ozryel was formed in the middle of 2007. by 5 young kid in Jakarta,Indonesia. our first formation was idrus on vocals, rendy on guitar, herdy on bass, ical ..board and daus on drums..after a while, for some reason we have a formation changes, Our present formation is : idrus (vocals), akbar (guitar), herdy (guitar), david (auditional bassist) and daus (drums). Musically, each members were influenced by many types of music, And we want to combine those genres to create our own music identity. It takes a long time to decide what we really want to do with our music, because each members have different taste of music, and we want to give our best to create our music. Finally..after a long talk of music concept, we decided to create a band that combines cllassic and modern types of metal, creating a heavy music that have a dynamic composition in their arrangement..but in the end we just want to be called a metal band. Ozryel is very young, our song is far from perfection, but we are serious to make this band bigger..we know it’s a tough job, but were always tries to grow better step by step..and we hope someday we can taste our dreams..we always hungry for more, and we are hoping that ozryel can give a fresh atmosphere in the metal scene Ozryel is nothing without your support.. see you at the mosh pit,thanks!!http://www.myspace.com/ozryelband
CONTACT PERSON:
Email : ozryel_band@yahoo.com
Phone : +6285693194522 (surdi)
+622198679417 (surdi)
08561121033 (dewa)
Yahoo Messenger : remmykid_xeno
MSN : remmykid_xeno@yahoo.com
firdaus putra jaya
ini saya iseng menggambar "firdaus putra jaya" temen besar saya...
walaupun badannya besar dalam bermain drum speed nya tetap aduhai (firdaus adalah drumer band metal yg bernama ozryel)
hehe dia mematahkan pakem anak metal harus mabok, serem dan dekil...
Rabu, Mei 06, 2009
saya cuma duduk sebentar menghibur kamu yg di tinggal teman yg sedang foto kamu
Selasa, Mei 05, 2009
Senin, Mei 04, 2009
babi flu
Pedagang di kawasan Kertajaya, Surabaya merapikan daging babi yang dijualnya, Senin (27/4). Kemungkinan masuknya virus flu babi (swine influenza) ke Indonesia membuat Departemen Kesehatan berkoordinasi dengan WHO serta Departemen Peternakan dan Departemen Pertanian mengambil berbagai langkah antisipatif.Selasa, 28 April 2009 | 17:33 WIBSURABAYA, KOMPAS.com — Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.
Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. "H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya," katanya di Surabaya, Selasa (28/4).
Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.
"Sejak 2005, saya sudah melontarkan hipotesis ini. Saya sudah khawatir ini bakal terjadi. Akhir tahun lalu saya kembali mengingatkan potensi bahaya ini. Namun, sebagian kalangan masih menentang," ujarnya.
Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.
"Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi," katanya.
Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. "Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus," ujarnya.
Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. "Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang)," ujarnya.
Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. "Sejak flu unggas merebak, saya sudah mengemukakan pentingnya menata ulang peternakan," tuturnya.
Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. "Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi," ujarnya.
Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. "Saya khawatir kalau hasil penyusunan ulang menghasilkan virus cepat menular dan daya rusaknya tinggi. Syukur sejauh ini belum menunjukkan tanda ke sana," ujar Nidom.








